Analisis Aspek Permohonan
Aspek permohonan menganalisa
siapa yang berhak mengajukan pinjaman dari pihak perusahaan selain itu pihak
bank juga melihat apakah yang meminjam itu adalah manajer atau komisaris atau hanya
karyawan biasa.
Analisis Aspek Yuridis
Aspek yuridis mempunyai kedudukan
yang strategis dan merupakan aspek yang terpenting diantara yang lainnya,
karena walaupun semua aspek yang ada cukup fleksibel, namun jika secara yuridis
tidak sah maka ikatan perjanjian dapat gugur. Aspek yuridis dapat
menentukan:
· - Apakah calon mitra usaha (debitur) mempunyai
kecakapan untuk mengadakan perjanjian dengan pihak bank.
· - Apakah status badan usahanya tersebut sesuai
dengan ketentan hukum yang berlaku di wilayah tempat perusahaan itu
berdiri.
Aspek Manajemen
Hampir setiap kegiatan berjalan
jika ada pengelola proyek (manajemen) dengan kualitas yang memadai. Kualitas
dalam hal ini tidak hanya kemampuan dalam mengelola saja, keahlian maupun
pendidikan. Tetapi lebih ditekankan kepada watak (karakter) dari manajer
tersebut.
Analisis Aspek Pemasaran
Kemampuan untuk memproduksi
sesuatu kemungkinan tidak akan berguna jika perusahaan tersebut tidak mempunyai
kemampuan dalam memasarkan produk tersebut. Jika produk tersebut tidak dapat
dipasarkan, maka dapat dikatakan perusahaan tersebut mengalami kerugian dalam
usahanya.
Analisis Aspek
Jaminan
Digunakan untuk mengantisipasi
resiko yang akan ditanggung oleh pihak bank, jika debitur tidak dapat
mengembalikan jumlah modal serta bagi hasil yang telah disepakati sebelumnya.
Jaminan tersebut dapat berupa kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yaitu
berupa tanah, gedung, atau aktiva tetap lainnya.
Analisis Aspek Keuangan
Rasio Keuangan
1. Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas
mempertimbangkan kemampuan usaha untuk memenuhi kewajibannya.
a.
Current Ratio (Ratio Lancar)
Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban financial/utang jangka pendek dengan aktiva lancar.
Current Ratio = Hutang Lancar / Aktiva
Lancar
b.
Quick Ratio
Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang
jangka pendeknya tanpa memperhitungkan persediaan, karena persediaan memerlukan
waktu yang lama untuk direalisir.
Quick Ratio = Aktiva lancar – Persediaan /Hutang Lancar
2. Rasio
Aktivitas
Bagaimana
efisiensi dari manajemen perusahaan dalam mengelola berbagai macam harta
operasional perusahaan dapat diukur dengan rasio aktivitas.
a.
Average Collection
Menyajikan jumlah hari rata-rata yang diperlukan
perusahaan untuk menagih piutang dagang dari pelanggan. Apabila jumlah masa
tagihan melebihi jangka waktu kredit penjualan yang telah ditetapkan
perusahaan, ada indikasi bahwa manajemen perusahaan kurang mahir dalam
mengelola dana moda kerja perusahaan, termasuk mendapatkan pelanggan yang lebih
dapat diandalkan ketepatan waktu pembayarannya.
ACP = Jumlah Saldo Piutang /Hasil Penjualan Bersih x 360 hari
b.
Inventory turn over
Menggambarkan kemahiran manajemen perusahaan dalam
mengawasi persediaan bahan, bahan setengah jadi dan barang jadi yang diperlukan
untuk kelancaran usaha. Bila inventory turn over bahan baku melebihi jangka
waktu yang dibutuhkan untuk memesan bahan tersebut sampai tiba di gudang.
ITO = Saldo Persediaan Rata-rata /Harga Pokok
Penjualan = x 360 hari
3. Rasio
Profitabilitas
Rasio ini digunakan
untuk menilai kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dalam suatu periode
tertentu. Analisis Rasio Profitabilitas memiliki beberapa metode yaitu:
a.
Profit Margin Sales
Menunjukkan hubungan antara laba bersih dan penjualan
bersih, dengan rumus:
Profit Margin = EAT /Penjualan Bersih
b.
Return on Equity Capital
Adalah perbandingan antara pendapatan bersih dengan
modal saham, rasio ini mempunyai arti yang sangat penting untuk mengukur
kemampuan manajemen dalam mengelola modal yang tersedia untuk mendapatkan laba
bersih.
ROE = Laba Bersih /Modal Ekuitas
c.
Return on Investment
Adalah kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana
yang ditanamkan dalam aktiva dan digunakan untuk operasi perusahaan dan menghasilkan
keuntungan.
ROI = EAT /Total Aktiva
d.
Rentabilitas Ekonomi
Adalah tingkat keuntungan dari investasi total modal dalam
menghasilkan laba besih.
Rentabilitas Ekonomi = EAT /Total Modal
Alat analisa: Analisa kurensi pada perbankan syariah