IDN-AUS Latihan Bersama Pesawat Tempur

TNI AU menerbangkan enam pesawat tempur F-16. Sementara RAAF (Royal Australian Air Force) menurunkan delapan pesawat tempur jenis F-18 Hornet.

Rugby Masuk Sekolah

Awalnya hanya sebuah kebiasaan yang dibawa oleh mahasiswa Indonesia yang baru lulus kuliah di Australia. Mereka berpikir, rasanya seru dan nggak masalah juga kalo rugby ini dimainkan oleh negeri sendiri.

Kejuaraan Pacuan Kuda KAPOLRI CUP 2011

Sutan Agogo menang tipis atas Blezing BMW pada Kelas Derby Piala Champion Serie 2. Hal ini membuat pacuan kuda Indonesian Derby 2011 akan berlangsung seru karena hampir semua kuda memiliki kesempatan yang hampir merata.

Klasemen Major League Baseball

Sabtu, 8 Oktober 2011. Detroit @ Texas | TBD | FOX | StubHub | Verlander vs Wilson

Membaca Adalah Jendela Dunia

Dengan membaca, wawasan kita akan semakin bertambah. Dengan wawasan kita yang semakin bertambah, maka derajat sosial kita akan meningkat. Sehingga kita akan lebih disegani oleh masyarakat. Dan jangan lupa berbagi ilmu yang kita dapat.

Jumat, 04 Mei 2012

Manusia dan Penderitaan

  
 (gambar ilustrasi)


Sangat hati-hati sekali, aku mulai membuka sampul surat itu. Aku kaget bukan main! Surat Hanin tampil dalam bentuk lain, undangan pernikahan dengan motif bunga yang melambangkan kehidupan. Dalam lembaran terpisah, ada kertas kecil yang bertuliskan:

Putri…
Aku tunggu kehadiranmu. Walau hanya dalam mimpi dan anganku.

Hanin akan menikah? Aku jadi bimbang. Ingin sekali aku memenuhi undangan itu, melihatnya bahagia, tapi bagaimana caranya? Saat ini aku hanya bisa berbaring, menanti kehidupan baru, kehidupan yang pernah disampaikan Hanin padaku. Jika tidak aku penuhi undangan itu, aku merasa sangat berdosa. Percuma selama ini aku berjuang, jika rasa berdosa itu ikut menyelimuti tubuhku.

* * *
Ya, bagaimana aku tidak merasa berdosa, sejak kepergian ibu, tidak ada lagi yang mau menemani hari-hariku, kecuali Hanin. Hanin, wanita yang usianya sepuluh tahun di atasku, telah menjadi bagian dalam kehidupanku. Haninlah yang terus memberiku semangat hingga saat ini aku masih bisa bertahan, bertahan untuk terus hidup.

Hanin tidak seperti Rina yang selalu menghindar bila berjumpa denganku. Padahal dulu, kami selalu pergi ke sekolah bersama, belajar bersama dan bermain bersama. Jika ada kesempatan, Rina selalu singgah ke rumahku, hanya untuk bercerita bahwa Robi hampir tiap malam meneleponnya, bahwa Robi telah resmi menjadi pacarnya dan bahwa Robi telah berani mecium pipinya.

Hanin juga tidak seperti Leo, yang selalu menghindar bila berjumpa denganku. Padahal dulu, Leo selalu mencuri perhatianku, selalu berusaha mendekatiku, dan akhirnya Leo menjadi kekasihku yang kemudian meninggalkanku. Hanin juga tidak seperti ayah, ayah selalu sibuk dengan urusan kantor dan wanita-wanita simpanannya.

Aku mengenal Hanin setahun yang lalu, lewat sebuah saluran komunikasi yang di sebut “chatting”. Waktu itu kami saling berbagi cerita, pengalaman, dan keluh kesah. Perkenalan kami berlanjut lewat surat dan telepon jarak jauh (ternyata Hanin bermukim di sebuah kota yang jaraknya ratusan kilometer dari kotaku). Aku ceritakan semuanya tentang kehidupanku, tentang semua penderitaanku, dan Hanin seperti tidak pernah bosan membalas semua surat-suratku. Katanya, “penderitaan itu adalah perjuangan, hidup memang penuh perjuangan, hidup tanpa perjuangan adalah kematian”, begitulah isi dari suratnya yang pertama kali untukku. Kata-katanya itu masih tertanam kuat dalam hatiku, kata-kata itulah yang membuatku masih bisa bertahan, bertahan untuk terus hidup. 

Lewat telepon, aku tidak saja bercerita tentang penderitaanku yang menurutnya adalah perjuanganku, tapi juga tentang penderitaan ibuku. Aku ceritakan semuanya tentang bagaimana menderitanyan ibu menghadapi tingkah polah ayah. Ya, ayah sedikitpun tidak pernah memperdulikan kami, anak dan istrinya. Jika ibu menanyakan hal itu pada ayah, maka dapat dipastikan ayah akan marah, lalu membentak-bentak ibu, menamparnya, memukulnya, dan bahkan tak jarang, ayah menggunakan kakinya untuk menendang ibu. Untuk hal yang satu ini, aku betul-betul tidak bisa melupakannya. Suatu hari, ibu menemukan foto ayah yang sedang asyik bermesraan dengan seorang perempuan yang entah siapa namanya. Tentu saja ibu tidak tinggal diam. Ibu kemudian menemui ayah dan menanyakan siapa perempuan yang bersamanya di foto itu. Ayah kaget, lalu merebut foto tersebut, kemudian ayah menampar ibu, memukul ibu dan menendangnya.

“Ini bukan urusanmu, awas! Jangan mengungkit masalah ini kalau tidak ingin kuceraikan!”
Kuperhatikan waktu itu ibu tidak bisa berbuat apa-apa, ibu hanya menunduk sembari menahan butiran lembut yang tiba-tiba saja mengalir di pipinya. Sejak saat itulah, hubungan ibu dan ayah tidak harmonis lagi. 

Aku juga menceritakan bagaimana menderitanya ibu ketika mendengar ejekan tetangga sejak aku di vonis oleh dokter menderita penyakit yang sama sekali tak pernah kubayangkan. Akhirnya ibu meninggal. Tapi Hanin tetap saja mengatakan bahwa penderitaan itu adalah perjuangan.
“Putri, penderitaan ibumu juga perjuangan,hidup memang penuh dengan perjuangan,mati dalam perjuangan adalah kehidupan”
“Berarti ibuku telah menemukan kehidupannya?”
“Insyaallah, berdo’alah”

* * *
Sejak penyakit itu bersarang ditubuhku, sejak itulah berbagai penderitaan muncul di dalam kehidupanku. Kenapa harus penyakit itu yang bersarang ditubuhku? Apa salahku? Aku bukan pelacur, aku tidak pernah menjual tubuhku, aku tidak pernah menjual pantatku, apalagi selangkanganku. Ketika kutanyakan hal ini kepada semua orang yang pernah kukenal, kecuali Hanin, jawaban mereka nyaris sama : “itu adalah suratan, itu adalah takdir”. Ah, persetan dengan suratan, persetan dengan takdir, ataukah Tuhan yang tidak adil padaku?

Akhir-akhir ini pekerjaan rutinku hanya menulis dan membaca surat, hanya itu yang bisa aku lakukan selain makan dan tidur di ranjangku yang kadang-kadang membuat nafasku terasa sesak. Aku tidak lagi sekolah seperti dulu. Pihak sekolah telah lama mengeluarkan aku dari daftar siswa, menurut mereka, hal itu untuk menjaga nama baik sekolah. Padahal, banyak sekali guru-guru di sekolahku terlibat korupsi, termasuk kepala sekolah itu sendiri. Apakah hal itu tidak merusak nama baik sekolah? Tapi aku tetap bersyukur, lebih baik dikeluarkan dari pada tetap bersekolah. Penderitaanku akan bertambah bila tetap bersekolah. Di sekolah, aku dikucilkan, di cemooh, dan digunjingkan, bukankah itu akan menambah penderitaanku?

Belakangan ini komunikasiku dengan Hanin hanya berlangsung lewat surat. Aku tidak bisa lagi memakai jasa internet, karena untuk menempuh warnet langgananku, aku harus berjalan sejauh satu kilometer. Aku tidak sanggup lagi berjalan sejauh itu. Kendaraan umum yang ada pun hanya ojek. Naik ojek? Itu sama saja membunuhku. Pernah suatu ketika, aku naik ojek sepulang dari warnet, tiba-tiba tubuhku gemetar dan kepalaku pusing, kemudian aku terjatuh dan dirawat selama tiga hari di rumah sakit. Hal ini tentu saja membuatku semakin menderita.
Aku tidak berani lagi memakai telepon rumah, ayah sangat marah jika mengetahui pulsa telepon rumah membengkak gara-gara sering kupakai untuk menghubungi Hanin. Untuk pergi ke wartel, kasusnya sama saja dengan pergi ke warnet.

Kali ini surat Hanin tidak lagi tentang perjuangan, tapi tentang kebahagiaan. Kebahagiaan dari perjuangan. Katanya, ia sudah bertunangan dengan seorang lelaki yang sangat mencintainya, seperti ia mencintai lelaki itu. Oh ya, ternyata lelaki itu satu kuliah dengannya. Akhir-akhir ini ku ketahui bahwa Hanin adalah mahasiswa semester terakhir jurusan psikologi di salah satu perguruan tinggi negri yang ada di kotanya. Setelah di wisuda nanti ia akan menikah dengan lelaki itu. Ia juga menanyakan kapan aku menikah, kalau mau seperti dia, aku harus tetap berjuang, kebahagiaan berasal dari perjuangan, begitulah isi dari suratnya. Setelah membaca surat itu, aku mulai merasa sedikit bahagia. Aku merasa memiliki harapan walau dokter menyatakan tidak.

Semua surat-surat Hanin aku susun dan aku lipat dengan sangat hati-hati sekali. Semuanya aku simpan dalam sebuah lemari kecil yang terletak di sudut kamarku. Lemari kecil itu sengaja aku jadikan sebagai tempat khusus penyimpan surat-surat dari Hanin. Aku pasti membuka lemari kecil itu dan membaca kembali surat-surat kiriman dari Hanin jika aku merasa kesepian. Karena surat-surat itulah sampai saat ini aku masih bisa menikmati penderitaan, perjuangan, yang katanya berbuah kebahagiaan.
Tiga bulan setelah itu Hanin tidak lagi membalas surat-suratku. Apakah penyebabnya? Aku tidak tahu. Sudah bosankah Hanin membalasnya? Atau Hanin telah melupakan aku? Meninggalkan aku? Mungkin saja, mungkin saja ia telah larut dalam kebahagiaannya karena telah menikah dengan lelaki pilihannya dan kemudian tidak ingat lagi padaku. Mungkin saja begitu, banyak kutemui orang-orang seperti itu: di saat bahagia lupa akan segalanya. Kenapa tidak, toh Hanin hanya manusia biasa. 

Tapi itu tidak mungkin. Hanin tidak seburuk itu. Mungkin Hanin sedang dalam masalah, atau mungkin Hanin sedang sakit, sakit yang begitu parah, lebih parah dari penyakitku.
Jika memang demikian, berarti ia tengah berjuang sepertiku. Jika memang, aku harus kembali menulis surat padanya, memberinya semangat untuk terus berjuang. Tapi bagaimana caranya? Penyakit itu semakin ganas menerkam tubuhku! Daya tahan tubuhku semakin hilang sehingga tidak bisa lagi menulis. Aku anya bisa berdo’a seperti yang pernah diajarkan Hanin padaku. Kali ini aku berdo’a untuk Hanin.

Alhamdulillah, do’aku dikabulkan Tuhan. Mbok Inah—janda tua yang sebulan belakangan ini digaji ayah untuk merawatku—datang membawa sepucuk surat. Katanya untukku, aku yakin itu pasti dari Hanin. Siapa lagi kalau bukan Hanin, hanya ia yang selalu menulis surat padaku. Ternyata Hanin telah sembuh, Hanin telah bisa kembali menulis surat untukku.

* * *
Ya, dengan sangat hati-hati, aku buka sampul surat itu. Isi suratnya tampil dalam betuk lain. Sebuah undangan pernikahan dengan motif bunga yang melambangkan kehidupan, dan dalam lembaran terpisah, ada kertas kecil bertuliskan: 

Putri…
Aku tunggu kehadiranmu. Walau hanya dalam mimpi dan anganku.

Ingin sekali aku memenuhi undangan itu, melihatnya bahagia. Tapi bagaimana caranya? Ah, aku tidak boleh putus asa, kata Hanin, Tuhan amat murka pada hamba-Nya yang mudah putus asa. Aku harus berusaha, setidaknya memberi tahu Hanin, bahwa aku bahagia menerima undangannya dan ingin sekali menghadiri pesta pernikahannya, menyaksikan Hanin bersanding di pelaminan bersama lelaki yang amat mencintainya.

Tanpa buang waktu lagi, segera kuraih gagang telepon, aku ingin menelepon Hanin. Aku akan katakan pada Hanin bahwa aku akan hadir di hari pernikahannya. Tapi tiba-tiba pandanganku berubah menjadi gelap. Sayup-sayup aku mendengar sebuah suara memanggil namaku, suara yang sangat familiar sekali di telingaku. Mula-mula suara ibu, lalu berganti dengan suara Hanin. Heran, aku merasa sedang berada di negri lain, negri yang begitu asing bagiku. Inikah yang namanya kehidupan itu? Kehidupan yang pernah dikatakan Hanin padaku? Pandanganku semakin gelap, nafasku tiba-tiba sesak dan kemudian aku tak ingat apa-apa lagi.




"Penderitaan janganlah dianggap sebagai kelemahan utama pada diri kita. Hal itulah yang membuat kita semakin lemah tak berdaya dan selalu berfikir pesimis dalam menjalani kehidupan yang sebenarnya masih banyak harapan. Stimulasikanlah penderitaan sebagai poin-poin perjuangan demi mencapai angan dan keinginan yang ada pada hati nurani. 

Manusia yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif biasanya mengekspresikan penyesalan karena tidak bahagia, kekecewaan, putus asa,  bahkan yang lebih ekstrem adalah ingin bunuh diri. 

Namun, manusia haruslah berjuang! Itulah kata yang sangat ampuh untuk memunculkan semangat hidup tanpa halangan yang disebabkan oleh penderitaan. Sesungguhnya penderitaan itu adalah proses/ujian yang bilamana berhasil dilalui niscaya akan mendapatkan kebahagiaan hakiki".

Rabu, 25 April 2012

Once Upon Time In A Mexico


[ Once Upon Time In A Mexico ] 




2003
Antonio Banderas, Salma Hayek, Johnny Depp


Mengisahkan tentang rencana kudeta Barillo terhadap pemerintahan Meksiko yakni sang Presiden yang tidak lain sebagai sasaran utama. Namun El Mariachi (Antonio Banderas) tidak tinggal diam, ia berprinsip untuk selalu membela negara dimana tempat ia dilahirkan dan dibesarkan meski harus mengorbankan nyawanya. El Mariachi di rekrut oleh agen CIA yang bernama Sheldon Sans (Johnny Depp) untuk membunuh Jenderal Marquez demi menghentikan kudeta yang akan segera dilakukan.

Beberapa tahun yang lalu, El Mariachi dan istrinya Carolina (Salma Hayek) beserta sang putri  tertangkap dalam penyergapan yang diketuai oleh Jenderal Marquez, menyebabkan tewas dan lukanya beberapa orang pada saat penyergapan itu termasuk istri dan buah hati El Mariachi. Hal tersebutlah yang membuat El Mariachi takkan bisa melupakan masa lalunya. 

Selain El Mariachi, Sheldon merekrut Agen Jorge Ramirez untuk membantu menyelesaikan misi ini. Meski Agen Jorge telah pensiun, ia tetap bersikukuh untuk membela kebenaran dan menangkap pelaku pembunuhan yang menewaskan rekan kerjanya. Ia berjanji akan menuntaskan kasus yang tak kunjung selesai itu.

Banyak intrik dan plot yang cukup kompleks dalam film ini, sehingga benar-benar memperlihatkan betapa sulitnya menegakkan keadilan melawan para pejabat korup yang gila akan kekuasaan. Presiden Meksiko yang dijadikan sasaran pada kudeta yang akan dilakukan pada Festival Orang Mati (budaya Meksiko) sepertinya tidak akan ada harapan baginya untuk melanjutkan pemerintahan bahkan hidupnya pun jua.

Berkat bantuan dari warganegara yang baik sepert El Mariachi dan kawan-kawan serta Agen dan ajudan-ajudan yang mau membela negara dengan melindungi Presiden sampai titik darah penghabisan, komplotan Barillo dan para kroni Jenderal Marquez dapat diselesaikan dengan baik. Kerjasama tim dan koordinasi yang apik serta aksi yang menegangkan membuat kita menjadi mengerti makna dari apa pandangan hidup yang sesungguhnya.



"Aksi kepimpinan El Mariachi telah menyadarkan kawan-kawannya tentang apa pentingya kemerdekaan yang hakiki dibanding hal lain-lainnya di muka bumm ini. Mungkin uang dapat menyenangkan hidup kita, tetapi ingatlah bahwa kemerdekaan itu lebih dari sekedar uang yang dianggap segalanya. Kekuasaan yang dapat memenuhi hasrat untuk berkuasa sebagai pemimpin mungkin itu bukan ide yang buruk, tetapi jika itu semua dalam keadaan tidak merdeka maka apalah arti kekuasaan?"

Owl City


[ Owl City ] 


Adam Young


Adalah sebuah proyek musik second wave synth pop milik Adam Young yang album perdananya di rekam pada tahun 2007 silam. Apa yang menarik dari Owl City? Saya akan membahas tentang pengalaman menarik saya setelah mengetahui Owl City.

Kali pertama saya mendengar lagu Owl City berawal dari mencopy lagu secara acak di warnet. Sesampainya di rumah, saya langsung mengerjakan tugas sambil mendengarkan musik yang telah di copy. Dan tak sengaja ada lagu yang membuat saya menjadi penasaran. Selain itu, alunan melodi synth yang dibawakan sungguh menciptakan kesan manis dan indah. Kalau tidak salah, waktu itu saya mendengarkan lagu yang berjudul "Hot Air Balloon".

Tak kenal maka tak sayang, itulah kalimat yang terlintas di benak saya. Lantas, dengan segera saya mencari informasi di internet siapakah Band yang menyanyikan lagu tersebut. Ternyata hasil dari penelusuran adalah "Owl City". Yang semakin membuat penasaran bertambah lagi adalah, saat mengetahui bahwaOwl City hanya beranggotakan 1 orang yakni Adam Young. Mulai saat itulah setiap saya terkoneksi dengan internet, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari lagu-lagu dari Owl City dan mendownload sebanyak-banyaknya untuk dijadikan koleksi utama.

Namun ada hal lain yang ingin saya sampaikan tentang Owl City selain pengalaman saya yang di tulis di atas ini. Melihat dari makna dan kandungan lirik serta melodi yang disuguhkan Owl Ciy kepada pendengar, sungguh menyegarkan suasana dan menyenangkan. Karena Adam Young menulis lirik-lirik jitu tentang pengalaman hidupnya yang sungguh indah. Terbukti disaat fill in synth yang berirama ceria, menyentuh hati dan membuat kita menjadi riang.

Menurut saya, itulah yang membuat Owl City berbeda dari band-band lain. Selain karena lihai pada lirik-lirik yang puitis namun bukan dalam artian tentang cinta yang pada umumnya menjadi tema utama pada band-band lain, Owl City juga memiliki genre elektronika yang berbeda. Mungkin "Cheerful Electronica Pop" jikalau saya yang menilai dan memilih nama genre apa yang cocok untuk Owl City.

Berikut ini adalah beberapa lagu yang menurut saya menginspirasikan keindahan, baik dari segi makna maupun nada:
  • Hot Air Balloon
  • Firelies
  • Vanilla Twilight
  • The Tip Of The Iceberg
  • On The Wing
  • Cave In
  • If My Heart Was A House
  • I'll Meet You There

Dan baru-baru ini Adam Young berkolaborasi dengan DJ Senior asal Belanda Armin Van Buuren dengan lagu yang berjudul "Youtopia". Saya pribadi langsung tertarik dengan lagu ini dimulai dari intro. Benar-benar bernada indah, hanya itu yang dapat saya sampaikan.




"Keindahan yang terdapat dalam pengalaman pribadi dapat dituangkan melalui media apa saja. Contohnya Adam Young yang mau berbagi keindahan lewat nada-nada dan lirik Owl City yang dapat menginspirasikan kita".

Minggu, 22 April 2012

Silent Hill


[ Silent Hill ] 



2006
Radha Mitchell


Sharon, ialah anak adopsi dari pasangan Rose dan Christopher Da Silva yang setiap malam  mengalami mimpi buruk disaat ia tidur. Sharon selalu menyebut-nyebut nama Silent Hill, sehingga membuat Rose dan Chris khawatir. Tingkah laku Sharon semakin menjadi misteri, hingga suatu saat Rose mencari tahu kota yang terkenal angker tersebut.

Tanpa sepengetahuan Chris, Rose telah membawa Sharon kesana. Dalam perjalanannya, Rose bertemu dengan polisi yang bernama Cybil Bennet. Cybil mengira bahwa Rose adalah penculik anak-anak. Inisiatif pengejaran pun dilakukan oleh polisi cantik tersebut.

Setelah diberhentikan oleh Cybil, Rose melakukan upaya melarikan diri. Tak lama lepas dari pemberhentian Cybil, Rose melihat anak perempuan yang berdiri di tengah jalan dan membuat Rose hilang kendali sehingga terjadilah kecelakaan yang membuat mobil Rose menabrak pembatas jalan. Kejadian itu membuat Rose tak sadarkan diri.

Ketika Rose membuka matanya, Sharon telah menghilang dan suasana kota Silent Hill berubah menjadi mencekam dengan dipenuhi kabut dan debu. Disaat itulah Cybil berhasil menangkap Rose. Tetapi Rose membantah atas semua tuduhan Cybil dan menjelaskan kepadanya dengan jelas. Seiring waktu berjalan, Cybil dan Rose menjadi rekanan untuk mencari Sharon. Namun semua berubah ketika mulai terjadi hal-hal aneh di kota tersebut.

Upaya pencarian juga dilakukan oleh Chris terhadap istrinya yang telah meninggalkannya tanpa memberi kabar. Ia meminta bantuan pada pihak berwenang namun nihil hasilnya. Akhirnya, ia mencari tahu dengan caranya sendiri. Bagaimanapun juga Rose dan Sharon harus ia temukan. Karena hanya mereka keluarga yang ia punyai.

Singkat cerita, Rose telah menemukan dan menyelamatkan Sharon yang hampir saja menjadi tumbal dari komuni aliran sesat. Tetapi Cybil tidak terselamatkan karena ia dianggap "penyihir" oleh komuni tersebut, dan Cybil pun harus menghembuskan nafas terakhir ketika ia dieksekusi.

Kembali pada Chris, setelah ia mengetahui semua fakta tentang Sharon dan Silent Hill, ia tetap optimis untuk mencari keluarga yang ia cintai tersebut. Semua cara telah ia maksimalkan namun nol hasilnya. Hingga akhirnya ia frustasi dan tak tahu harus bagaimana lagi.

Setelah menyelamatkan Sharon, Rose kembali ke rumah. Namun kali ini ada yang berbeda dari sebelumnya, di sisi Rose dan Sharon masih bersuasana kabut dan debu, padahal mereka sudah tidak berada lagi dalam kawasan Silent Hill. Pun sama ketika mereka sampai di rumah. Di sisi lain, Chris menunggu Rose dan Sharon di rumah. Pada saat itu sebenarnya Rose dan Sharon sudah berada tepat di depan Chris, namun Chris tak dapat melihat mereka. Karena memang barang siapa yang telah memasuki Silent Hill, niscaya tak akan dapat kembali.

"Usaha dari Rose, maupun Chris sungguh menunjukkan cinta dan kasih sayang yang sangat mendalam. Terdapat perwujudan manusia dan cinta kasih orang tua yang sangat mencintai anaknya, meski anak tersebut adalah bukan anak kandungnya. Dan kasih sayang Suami kepada Istri yang tulus. Serta kasih sayang terhadap sahabat yang telah ditunjukkan oleh Cybil dengan mengorbankan nyawanya demi  Rose dan Sharon".

Forrest Gump

[Forrest Gump]


1994
Tom Hanks

Film ini menceritakan tentang seorang pria bernama Forrest Gump yang dibesarkan oleh ibu nya dengan penuh perjuangan. Forrest sering diejek dan dijauhi oleh kawan-kawannya karena kecerdasannya yang di bawah rata-rata. Namun di luar ketidakmampuannya itu, ia memiliki kemampuan lari yang cepat. Di hari pertama sekolahnya, ia melihat Jenny yang tidak lain adalah anak perempuan yang ia sukai sejak taman kanak-kanak. Jenny juga tinggal di dekat rumah Forrest. Namun cinta Forrest bertepuk sebelah tangan.

Setelah lulus SMA, Forrest mendaftar militer dan ditugaskan di Vietnam. Di asrama ia berteman dengan pria berkulit hitam yang bernama Bubba, yang selalu mengatakan keuntungan berbisnis tambak udang pada Forrest. Bubba merencanakan bisnis itu bila setelah perang usai. Dalam  peletonnya Forrest sangat berjasa karena kemampuan lari cepatnya. Ia menyelamatkan banyak prajurit yang terluka termasuk komandan yang putus asa karena terkena serangan yang membuat sebagian tubuhnya hancur. Namun karena kegigihan Forrest dalam meyakinkan sang komandan, akhirnya komandan dapat terselamatkan. Meski ia terluka karena terkena tembakan, namun ia diberi penghargaan atas aksi kepahlawanannya di medan perang.

Forrest yang dalam masa penyembuhan di rumah sakit asrama menemukan talenta yang terpendam. Yaitu tenis meja atau biasa disebut dengan pingpong. Forrest menjadi terkenal dan membawa nama negaranya ke ajang internasional kontra tim Cina. Setelah itu, ia bertemu dengan Jenny yang telah lama tak tampak dalam hidupnya pada demonstrasi menolak perang. Tetapi Forrest kecewa akan Jenny yang telah bergaya hidup ala hippie.

Forrest dewasa menghabiskan waktunya untuk melakukan pencarian teman kecil perempuannya yang hilang. Ia mengeluarkan uang tabungannya untuk membeli kapal penangkap udang seperti yang dijanjikannya pada Bubba. Pada awalnya, usahanya selalu gagal tapi dengan kerja keras dan pantang menyerah, dan dibantu oleh komandannya yang telah pensiun karena cacat, ia pun menjadi seorang yang sukses dan mampu untuk membiayai keluarga Bubba.

Suatu hari, Jenny kembali dan menemui Forrest, yang kemudian melamarnya. Jenny menolak, tetapi merasa harus membuktikan cintanya kepada Forrest dengan tidur bersamanya. Jenny kemudian pergi pagi-pagi benar. Tanpa berpikir panjang, Forrest memilih untuk melakukan perjalanan. Mungkin secara impulsif, ia memutuskan untuk berlari mengelilingi Amerika Serikat, selama lebih dari tiga setengah tahun, dan menjadi terkenal.

Sekembalinya di kemudian hari, ia mendapatkan surat dari Jenny, yang melihatnya sedang berlari di televisi, memintanya untuk datang. Setelah bertemu, Forrest menyadari bahwa Jenny telah memiliki seorang anak laki-laki, yang adalah anak mereka berdua. Jenny memberitahu Forrest bahwa Jenny sedang sakit karena virus (kemungkinan AIDS). Ketiganya kemudian kembali ke Greenbow, Alabama. Jenny dan Forrest akhirnya menikah, tetapi tak lama kemudian Jenny meninggal dunia.


Forrest memiliki sifat bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia komitmenkan dalam dirinya. Meski Jenny telah meninggal dunia, Forrest tetaplah Forrest. Kini ia memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengurus anak laki-lakinya yang diberi nama Forrest Jr.



"Tanggung jawab yang besar ada pada dalam diri yang berjiwa besar".



Sabtu, 21 April 2012

The Postman


[ The Postman ] 



1997
Kevin Costner


Berlatar pada tahun 2013, setelah perang saudara yang terjadi 20 tahun silam yang menghancurkan sebagian besar wilayah Amerika Serikat termasuk pemerintahan dan peradaban modern nan canggih yang pernah dimiliki. Para penduduk yang selamat  hidup dalam komuni kecil dan ditindas oleh penguasa kejam Jenderal Betlehem. Para penduduk harus memberi upeti pada pemimpin kelompok militer Holnist yang terdiri dari para penjahat yang berprofesi sebagai perampok dan pembunuh. Pada suatu hari seorang pengembara sebatang kara yang masuk sebuah kota kecil untuk mengadakan pertunjukan drama Shakespeare demi mendapatkan makanan dan tempat bermukim sementara.

Namun tanpa diduga Jenderal Betlehem datang ke kota kecil tersebut. Jenderal tersebut tidak membuang waktu, karena pengembara tersebut ditangkap dan dipaksa menjadi tentara Holnist. Namun dia memiliki sifat memberontak, dan tidak lama kemudian iapun melarikan diri. Dalam pelarian tersebut, tanpa sengaja si pengembara tersebut  menemukan sebuah mobil pos yang ditinggalkan dan juga seperangkat seragam tukang pos. Ia pun berkelana ke kota-kota kecil dan mengatakan kepada para warga setempat bahwa ia adalah tukang pos yang merupakan perwakilan dari negara Amerika Serikat. 

Pada awalnya, tidak ada seseorangpun mempercayainya, namun perkataan tersebut menarik bagi kebanyakan orang yang sudah putus asa dalam tekanan kekuasaan Jenderal Betlehem. Sehingga lambat laun Si Tukang Pos pun mendapat pengikut, dan setelah berjumlah banyak, mereka pun mempersiapkan sebuah revolusi melawan kelompok Holnists. Sudah tentu reputasi Si Tukang Pos telah sampai ke telinga Jenderal Betlehem. Menganggap The Postman dan kelompoknya adalah ancaman bagi kekuasaannya dan kelompok Holnist, Jenderal Betlehem pun tidak tinggal diam dan mempersiapkan penyerangan terhadap para revolusioner itu. 

Si Tukang Pos memiliki tujuan untuk menghapuskan penindasan dan ketidakadilan yang diciptakan oleh Jenderal Betlehem. Ia ingin semua kembali seperti sediakala, hidup damai dan tenteram. Melalui revolusi tersebut, Si Tukang Pos dengan gagah berani melawan pemerintahan Jenderal Betlehem yang semena-mena terhadap semua penduduk desa.

Meski pada akhirnya kelompok Holnist jatuh, namun bukan berarti Si Tukang Pos lah yang mengakhiri hidup Jenderal Betlehem. Tetapi wakil jenderal dari kelompok Holnist lah yang membunuh Jenderal keji tersebut. Karena sang wakil sudah menaruh dendam sejak dahulu kala ia ditindas dan dicacat-tubuh-kan oleh Jenderal Betlehem.

Revolusi ini membuahkan hasil yang sangat manis. Seluruh pemerintahan Holnist pasca revolusi ditiadakan. Kehidupan menjadi damai dan memiliki masa depan yang lebih cerah. Peduduk sangat berterimakasih kepada Si Tukang Pos yang awalnya hanya pengembara  dan kini telah menjadi pemimpin keadilan desa tersebut.

“Keadilan berdasarkan hati nurani seseorang yang bersih dan benar-benar menjunjung tinggi hak asasi manusia, dapat mewujudkan kehidupan yang damai dan tenteram”.




SUMBER

Manusia dan Harapan

[ Tari Gandrung ] 



Berawal dari kisah seorang anak yang sedari kecil ditinggal oleh ibu dan bapaknya. Anak kecil itu diketahui bernama Mesti. Mesti sering menderita sakit yang berkepanjangan. Hingga suatu waktu, Bude (panggilan untuk kakak dari ibu dalam Bahasa Jawa) mengasuh Mesti karena merasa iba. Bagi anak seusia itu, mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tua sangatlah penting dan utama. Maka, seiring waktu berjalan Bude merawat Mesti selayaknya anak kandung sendiri.

Namun, Bude semakin menaruh rasa kasihan yang sangat mendalam pada Mesti yang semakin hari semakin tak kunjung sembuh jua. Sesungguhnya Bude menaruh harapan yang sangat besar agar Mesti sembuh dan berhenti dari penderitaan yang dialamai oleh Mesti selama ini. Dan Bude berkata kepada Mesti, “Cepat sembuh ya Nak, kalau kamu sembuh nanti akan saya jadikan penari Gandrung”. Mulai dari nazar Bude itulah Mesti berangsur-angsur sembuh.

Mesti yang telah dewasa kemudian diajarkan tarian Gandrung oleh Bude di setiap waktu. Tersirat asa dari Bude yang ingin melestarikan budaya Tari Gandrung dengan cara mewariskan ilmu kepada generasi muda agar Tari Gandrung tidak punah dari budaya Indonesia. Tentu Mesti sangat senang bisa mendapatkan ilmu tentang Tari Gandrung dari Bude yang terkenal sebagai penari Gandrung senior di daerah tersebut.

Mesti yang semakin lihai dan menguasai Tari Gandrung mulai mengikuti grup yang mengadakan pertunjukan dari satu tempat ke tempat yang lain. Tentu banyak sekali efek negatif  yang ada pada pertunjukan tersebut. Tak lain seperti uang sawer, goyangan, dan godaan dari para penonton lelaki yang merujuk kepada pelecehan.

Tetapi Mesti tidak menanggapi itu dengan serius. Karena yang terpenting adalah Tari Gandrung harus dilestarikan meski harus melewati rintangan yang menghadang. Menurutnya, Tari Gandrung adalah bagian dari kehidupannya yang tak dapat dipisahkan lagi. Ia pun berharap banyak agar kelak Tari Gandrung tetap dimainkan dan tidak hilang dari jejeran budaya asli Indonesia, persis seperti yang Bude harapkan pada waktu Mesti masih kecil.


“Harapan manusia terhadap apa yang mereka inginkan di masa yang mendatang merupakan tugas yang harus dikejakan pada saat ini agar dapat meraih impian yang akan mewujudkan harapan”.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More